Category : Komunitas

Akhir-akhir ini dunia supporter di Indonesia mengalami kemajuan sangat besar. Kemauan dan kemampuan mengadopsi culture supporter sepakbola moderen tak dapat lagi dipungkiri. Mulai dari berbagai merk pakaian ternama, hingga sepatu yang harganya lumayan mahal, semua dapat dibeli dan dimiliki dengan mudah. Semua karena kemajuan jaman, serta semangat belajar menerima dan mengadopsi budaya supporter sepakbola moderen tersebut.

Bahkan saking karena dengan mudahnya memiliki semua itu, membuat tak sedikit yang mulai kehilangan jati diri serta ciri khas kelompok supporternya tersebut. Bagaimana tidak, fenomena masih sering dijumpainya berbagai jenis jaket ataupun berbagai jenis kaos beraneka warna dan merk masih melekat saat mendukung klub kebanggaan bertanding di kandang adalah contoh nyata kesalahan dalam mengadopsi budaya supporter moderen tersebut.

Mengapa menjadi sebuah kesalahan? Karena selain membuat seisi tribun tampak berwarna warni, hal tersebut secara tidak langsung membuat pemandangan menjadi tampak aneh. Dan apabila jika kita mau belajar lebih jauh lagi, di luar sana budaya casuals supporter justru lahir dan besar hanya pada saat pertandingan laga tandang atau lebih dikenal saat awaydays saja. Hal itu juga tak dapat dipisahkan dari melekatnya citra buruk budaya hooliganisme disana.

Namun kembali lagi, itu semua hanya sedikit cerminan kecil kemajuan supporter di Indonesia yang masih disalah diartikan. Berawal dari kepedulian kami terhadap hal tersebut, BONEK sebagai supporter moderen Indonesia pertama yang terkenal militan, tentunya harus dituntut untuk turut andil dalam perjuangan punggawa PERSEBAYA yang bertanding meraih kemenangan. Dalam hal ini, konteks yang dimaksud adalah semangat mendukung yang besar bagi “pahlawan kebanggaan” kita di tengah lapangan.

Tidak hanya sebatas dengan datang langsung dan meneriakkan chant atau yel yel selama 90 menit saja, namun juga harus bagaimana caranya kita bisa menciptakan suasana “angker” di stadion kandang dengan atribut yang warnanya selaras dengan seragam kebanggaan kita, hijau. Tentunya hal itu akan membuat kesan tersendiri apabila kita mampu menciptakan suasana tersebut dan menerapkannya dalam setiap pertandingan home. Solusinya bisa dengan membudayakan berjersey PERSEBAYA.

Mungkin beberapa pembaca dan masyarakat awam akan bertanya, “Mengapa harus berjersey? Kaos BONEK kan juga banyak yang hijau? Apa tidak boleh memakai atribut supporter lain di tribun?”. Dari lahirnya semua pertanyaan tersebut, pilihan budaya berjersey sangatlah tepat jika diterapkan saat match home dan dilakukan secara bersama sama. Tak hanya dapat membuat BONEK lebih terlihat elegan sebagai supporter moderen, berjersey juga secara tidak langsung dapat membuat kita turut merasakan apa yang dirasakan semua pemain PERSEBAYA saat bertanding. Dengan berjersey pun selain menyatukan warna dan semangat kita sebagai BONEK, juga secara tidak langsung membuat dukungan kita dari belakang gawang akan tampak nyata sebagai pemain kedua belas.

Berjersey pun juga tak harus dituntut dengan membeli jersey keluaran terbaru dan original, dalam artian disini sesuaikanlah dengan kemampuan daya beli kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mensukseskan kampanye budaya berjersey, misalnya saja dengan membeli jersey second koleksi teman, membeli jersey “repro lawasan”, atau mungkin jika kita memiliki sedikit uang lebih, kita bisa membeli jersey di toko resmi yang keuntungan penjualannya juga untuk keberlangsungan hidup PERSEBAYA.

Kembali lagi pada pembahasan awal, tidak ada yang salah jika kita mau belajar mengadopsi budaya supporter moderen. Namun, alangkah baiknya jika kita lebih menghormati diri kita sendiri di hadapan punggawa PERSEBAYA dan orang lain di sekitar kita. Dengan berjersey kita satukan jiwa raga kita untuk PERSEBAYA, dengan berjersey kita satukan tekad dan dukungan untuk PERSEBAYA. Ayo kita berjersey, WANI!

" data-medium-file="https://i0.wp.com/greennord27.com/greennord_uploads/2017/09/IMG-20170923-WA0034.jpg?fit=300%2C225&ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/greennord27.com/greennord_uploads/2017/09/IMG-20170923-WA0034.jpg?fit=1024%2C767&ssl=1" data-lazy-sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" srcset="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAAAAAP///yH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAIBRAA7"/>
Bonek Komunitas

Mari Berjersey !

administrator
Dewasa ini, Dunia supporter di Indonesia banyak mengalami kemajuan. Modernitas supporter Indonesia disebabkan budaya atau kultur supporter sepakbola yang berasal dari daratan Eropa telah banyak di adopsi oleh para supporter dalam negeri. Terjadi sebuah proses yang terkadang bisa diterima oleh khalayak. namun, tidak sedikit pula yang ditolak. Dalam konteks ini, proses akulturasi budaya harus diutamakan, menerima budaya baru tanpa harus
Bonek Komunitas

Ijo…Ijo…Ijo

administrator
Sebuah klub sepakbola pasti memilikki warna kebesaran. Warna kebesaran yang di pilih biasanya mempunyai nilai esensi dan filosofi tersendiri. Tak jarang pula kadang di kaitkan dengan sejarah klub tersebut. Namun warna itu bisa berubah tentunya melalui pertimbangan matang serta ada alasan yang jelas. Seperti halnya Persebaya, klub yang lahir pada tahun 1927 ini. Mempunyai warna kebesaran sendiri. Yaitu hijau. Kenapa
Bonek Komunitas

Cerita di balik Sisi Utara Gelora 10 November

administrator
Tahun 2011 dikala kompetisi liga Indonesia sedang amburadul dengan ketidakjelasannya, ditambah permainan Persebaya seperti ompong kehilangan taringnya layaknya buaya yang ogah menerkam musuhnya, ditambah lagi fenomena di dalam stadion yang mulai sering menyanyikan lagu rasis ke rival yang sejatinya saat itu tim Persebaya tidak melawan rival tersebut munculah berbagai kegelisahan dari beberapa Bonek. Mereka risih dengan chant rasis tersebut yang
Komunitas

Green Nord ’27

administrator
Green nord’27, hanyalah sebuah nama untuk tribun di stadion. Tepatnya di tribun Utara. Dilihat dari sisi penamaan sudah sangat jelas, ‘NORD’ = North yang dalam bahasa Indonesia adalah Utara. Sedangkan ‘GREEN” dan 27 di ambil dari warna kebanggaan Persebaya dan tahun kelahiran Persebaya. Analoginya seperti di Stadion Old Trafford yang rencanaya akan memberikan nama “Sir Alex Ferguson” sebagai nama tribun
Komunitas

Ijo Lintang Ing Jagad

administrator
“Sepak bola, merupakan aktivitas yang paling mampu mempersatukan umat manusia.”demikian kata Nelson Mandela. Sepak bola merupakan salah satu institusi budaya besar, seperti pendidikan dan media massa, yang membentuk dan merekatkan identitas nasional di seluruh dunia. Sepak bola juga merupakan suatu olahraga yang mengundang banyak kerumunan massa yang menyaksikan olahraga tersebut. Dalam keadaan apapun sepak bola akan selalu menarik dan mempesona.
error: Content is protected !!